• Tue. Apr 16th, 2024

Pencak Silat

Website untuk para juara

Antipsikotik, Bukan Hanya Sekedar Obat Keras!

Byadmin

Nov 25, 2022
Antipsikotik, Bukan Hanya Sekedar Obat Keras!

Apakah Anda pernah mendengar tentang obat yang berhubungan dengan antipsikotik? Ya, betul. Pada umumnya perawatan ini di lakukan oleh tenaga profesional yaitu dokter untuk membantu menangani gejala delusi atau halusinasi.

Oleh karena itu golongan obat ini termasuk obat keras dan tidak dapat dikonsumsi tanpa resep dokter. Jika membutuhkannya, maka langkah terbaik adalah mendatangi profesional untuk mendiagnosa serta memberikan dosis yang terbaik.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengkonsumsi antipsikotik ini. Apa sajakah itu? Simak ulasannya dibawah ini.

Mengenal Obat Antipsikotik

Biasanya obat antipsikotik ini diresepkan untuk membantu mengurangi gejala psikosis pada Beberapa pasien dengan gangguan mental. Antara lain adalah pasien dengan gejala skizofrenia, episode mania gangguan bipolar, kecemasan atau depresi berat,

Obat ini bekerja dengan cara menyimbangkan jumlah zat penghantar sinyal di neurotransmiter. Namun pada umumnya cara kerjanya adalah dengan menghambat adanya dopamin.

Tapi tidak hanya zat dopamin saja yang diseimbangkan.. Ada beberapa zat lain juga yang mempengaruhi cara kerja penghantar sinyal antar saraf. Yaitu  serotonin noradrenaline,  serta asetilkolin.

Oleh karena cara kerjanya yang mempengaruhi sistem saraf, maka Anda harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini ketika mengkonsumsi.

  • Anda harus memperhatikan apakah memiliki riwayat alergi terhadap komponen obat tersebut. Beritahukan dokter jika memang mempunyai gejala yang menunjukkan hal itu.
  • Terdapat beberapa penyakit yang harus Anda beritahukan kepada dokter yang merawat karena dapat menghambat atau malah antitesa terhadap antipsikotik. Seringkali zat aktif antara satu dengan yang lain merupakan kontraindikasi.
  • Penyakit yang wajib Diberitahukan kepada dokter yang memberikan resep antipsychotics antara lain adalah tumor pada kelenjar adrenal, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit jantung, kelainan darah, diabetes, penyakit Parkinson, epilepsi, myasthenia gravis, pembesaran prostat, glaukoma, atau penyakit paru-paru.
  • Jika Anda sudah masuk dalam golongan lansia, maka konsultasikanlah apa sajakah efek samping
  • Selama menjalani pengobatan dengan antipsychotics, maka sebaiknya hentikanlah mengkonsumsi alkohol. Karena dapat meningkatkan risiko efek sampingnya.
  • Mengonsumsi obat ini secara teratur dapat mengakibatkan timbulnya kantuk. Oleh karena itu jangan mengoperasikan kendaraan berat, kendaraan bermotor atau mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Jika Anda seorang perempuan dan merencanakan kehamilan maka sebaiknya berkonsultasi dulu terhadap dokter apakah akan ada efek samping terhadap ibu terutama janin yang yang dikandungnya nanti.
  • Jika selama pengobatan dalam durasi waktu tertentu anda sudah merasa lebih baik Jangan hentikan konsumsinya. Terlebih dahulu dengan dokter yang merawat agar mengetahui bagaimana langkah selanjutnya untuk kesehatan

Karena tergolong obat keras, maka pemakaian obat antipsikotik ini harus di bawah pengawasan dokter. Jika membutuhkannya, segeralah hubungi dokter terkait agar bisa memberikan dosis yang tepat untuk meringankan keluhan.